KLIKSURABAYA.CO.ID-Bertempat di pendopo Kabupaten Tulungagung, pada hari jum’at 31 maret 2023, puluhan pegawai dilingkup pemerintah, TNI – POLRI dan PKK kabupaten tulungagung mengikuti santapan rohani.
Hadir dalam acara ini, Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM. beserta Wakil Bupati Gatut Sunu Wibowo, SE, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Organisasi Perangkat Daerah, dan Penceramah Ir. KH. Abu Syaibah Al Mahzuni pengurus Muhamadiyah Kabupaten Tulungagung.

Dalam sambutannya, Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM menyampaikan jika Bulan Suci Ramadlan merupakan momentum istimewa, kesempatan berharga bagi umat Islam, dan orang-orang mukmin untuk meningkatkan keimanan, menumbuhkan kejujuran, keikhlasan dan kepedulian sosial.
Bulan puasa juga merupakan momentum bagi kita untuk melakukan evaluasi tahunan terhadap semua perilaku dan amalan selama 11 bulan yang telah berlalu, baik yang berhubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia.

Bulan Suci Ramadlan adalah bulan tempat kita memperbaiki diri untuk kembali kepada jati diri kita sebagai seorang hamba yang wajib tunduk dan berserah diri pada semua perintah dan larangan yang datang dari-Nya. Dan kita juga mengemban fungsi sebagai kholifah yang bertugas mengelola dan memakmurkan alam semesta dengan segenap isinya.
Dengan mengikuti tausiyah Ramadhan agar menambah wawasan, menambah ilmu dan menambah pengetahuan untuk bekal sebagai pengelola alam ini.

Diakhir sambutanya, Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM. berharap pada semuanya untuk peduli terhadap kondisi yang ada di sekitar kita, cinta dan kasih antar sesama umat Islam serta cinta dan kasih dengan sesama warga masyarakat, sebangsa dan se-tanah air. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan aktivitas sosial dengan menyantuni anak yatim, fakir miskin dan kaum dhuafa, serta terlibat aktif dalam kegiatan mensyiarkan agama Islam di bulan suci Ramadhan ini.

Semetara itu Ir. KH. Abu Syaibah Al Mahzuni dalam ceramahnya, mengajak hadirin untuk menambah ketaqwaan dan keimanan kepada Allah SWT. dengan cara menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa yang dimulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Jika kita mampu menahan diri dan menahan hawa nafsu tersebut, maka ini dapat membentuk pribadi menjadi lebih sabar dan peka terhadap kondisi disekitarnya.(RLS)







